Showing posts with label heboh. Show all posts
Showing posts with label heboh. Show all posts

Wednesday, May 17, 2017

Mengejutkan! Ini Aksi 2 Youtuber Rusia Yang Cicipi Ransum TNI, Sungguh Reaksinya Tak Terduga.. Tonton Videonya Sebelum Dihapus!



Makan adalah kebutuhan primer yang tak bisa ditinggalkan manusia. Karena itu, dalam situasi darurat sekalipun kita membutuhkan makanan.

Termasuk tentara yang tengah bertugas di medan perang. Biasanya para tentara membawa tas ransel khusus saat berpatroli di daerah konflik. Dan salah satu isi tas tersebut adalah persediaan makanan yang memang dikemas khusus sehingga mudah disantap.

Hampir semua personel militer atau tentara di dunia membawa ini. Termasuk juga prajurit TNI. Lantas seperti apa ransum atau bekal makanan yang biasa dibawa TNI? Penasaran?

Rasa penasaran ini juga yang kemudian membuat dua orang Youtuber asal Rusia dengan akun CrazyRussianHacker mencicipi ransum yang biasa dibawa TNI.

Mereka kemudian mengunggah momen itu ke dalam channel video Youtube.

Ternyata Rasanya....

Dalam video dijelaskan bahwa dua Youtuber Rusia itu mendapat kiriman makanan berupa ransum yang biasa dikonsumsi prajurit TNI.

Untuk menyebutkan rasa dan nama makanannya saja, mereka kaku dan tidak bisa. Meskipun beberapa menu makanan berhasil disebutkannya.



Makanan yang dikenal sebagai MRE atau Meal Ready to Eat ini memiliki beragam menu. Hasilnya ternyata rasanya sangat enak. Tidak kalah dengan makanan sekelas restoran.

Video yang diunggah di Youtube ini pun cukup menarik perhatian netizen. Bahkan telah ditonton lebih dari 3 juta kali.

Sumber


Friday, May 12, 2017

Heboh! Hewan Raksasa Bergading Terdampar di Pantai


Sebuah bangkai hewan misterius berukuran raksasa ditemukan terdampar di pesisir pantai Dusun Hulung, Desa Lha, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Wujud hewan tersebut yang tak lazim dan disertai bau menyengat tak pelak membuat warga sekitar gempar sekaligus penasaran.

Belum diketahui pasti jenis hewan ini, namun ukurannya diperkirakan mencapai lebih dari 22 meter dengan lebar badan mencapai 4 meter.

Alberto Maulani, Camat Huamual menyebutkan, laporan temuan bangkai hewan ini diterimanya pada pukul 16.00 waktu setempat dari warga.

Warga Tak Mengenali Jenis Hewan Itu

Setelah itu dilakukan pemeriksaan. Namun sejauh ini, belum ada warga yang mengenali jenis hewan itu. Di salah satu bagian tubuh hewan tersebut, kata Alberto, ditemukan bagian mirip gading berukuran panjang hingga 5 meter.

" Kami tidak bisa pastikan ini hewan apa, apakah paus atau cumi. Tapi ada gadingnya. Paus memiliki taring tapi tidak punya gading kan," kata Alberto.

Bangkai Hewan Tersebut Bakal Diteliti

Alberto pun mengaku telah menghubungi Dinas Perikanan Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

" Besok mereka akan turun melihatnya, dan mereka yang bisa memastikan itu hewan apa," tandasnya.



Monday, May 8, 2017

Wow! Karena ketagihan hamil, ibu ini menawarkan sesuatu yang mengejutkan


Michelle Griffin, wanita asal Perth, Australia, menyukai masa-masa kehamilan lebih dari ibu-ibu pada umumnya. Saking sukanya, Griffin bahkan menawarkan rahimnya untuk disewakan kepada orang asing lewat akun media sosial Instagram.

Meski telah dikaruniai dua anak yang masing-masing berusia tiga tahun dan 20 bulan, Griffin masih ingin hamil. Dia mengaku berkeinginan menjadi "ibu pengganti" bagi wanita yang ingin punya anak.

"Saya sangat senang memiliki dua anak yang luar biasa, tapi saya masih ingin hamil. Menjadi ibu pengganti selalu menjadi impian saya dan setelah membicarakannya dengan suami, dia setuju agar kami mengambil tindakan," katanya, seperti dilansir dari laman the Sun, Rabu (3/5).

Griffin mengaku setelah memasang iklan di Instagram, banyak orang yang tertarik dengan tawarannya tersebut.

"Ketika saya mengunggah foto "rahim untuk disewakan" saya masih tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi rupanya banyak orang yang tertarik, termasuk teman dan anggota keluarga. Mereka semua membutuhkan pengganti," jelasnya.

Menurut Griffin, kehamilan merupakan pengalaman luar biasa yang pernah dialaminya. Dia bahkan mengaku tidak pernah mengalami kesulitan selama mengandung bayinya.

"Kehamilan saya selalu mudah dan alami. Dari situ saya mulai berpikir bahwa inilah yang harus saya lakukan. Jika ada cara agar saya bisa menolong orang lain dengan ini, mengapa tidak?" akunya.

Sebelum mengandung putri pertamanya, Griffin sempat berpikir karir apa yang sesuai dengan impiannya. Kemudian tiba-tiba saja keinginan untuk menjadi ibu pengganti dirasakan Griffin setelah melewati proses melahirkan pada 2013 lalu.

"Saya pernah bekerja di sebuah hotel, restoran, sampai bar, tetapi semuanya belum terasa benar. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya ingin saya lakukan untuk hidup saya. Lalu saya hamil dan melahirkan. Kemudian barulah semuanya terasa masuk akal," tuturnya.

"Melewati masa kehamilan adalah suatu hal yang menakjubkan. Melahirkan bayi juga merupakan hal mudah dan indah. Saya tahu bahwa saya berada di sini untuk melahirkan anak-anak," sambungnya.

Griffin bercerita beberapa orang bingung dengan penggunaan kata "sewa" yang dia iklankan. Hal itu memberi kesan bahwa dirinya mengharapkan bayaran atas jasanya tersebut.

"Saya sama sekali tidak meminta uang untuk mengganti rahim yang saya sewakan. Saya menggunakan kata itu hanya agar pesan kuat dari saya bisa tersampaikan," pungkasnya.

Sumber


Thursday, May 4, 2017

Subhanallah! Manuver Pesawat TNI AU Berbentuk Lafaz Allah


Netizen saat ini sedang ramai membicarakan foto manuver pesawat Jupiter Aerobatic Team dari TNI Angkatan Udara (AU). Penyebabnya, dalam foto tersebut terlihat asap yang keluar dari pesawat membentuk lafaz 'Allah' dalam huruf Arab.

Menanggapi peristiwa itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Jemi Trisonjaya, mengatakan atraksi manuver pesawat itu dilakukan saat peringatan HUT TNI AU ke 71 pada 26-30 April 2017. Menurut dia, Tim Jupiter Aerobatic merupakan salah satu pengisi acara.

Ia mengatakan manuver Tim Jupiter memang sengaja dibuat mengeluarkan asap untuk meningkatkan daya tarik penonton. Ketika melakukan manuver X Over Break, ada dua pesawat yang bermanuver split sincro. Tak disangka, hasil manuver tersebut muncul lafaz Allah.

"Di luar dugaan para Jupiter Aerobatic Team ini adalah lintasan asap yang dibuat pada saat manuver split sincro tersebut membentuk lafaz Allah," kata Jemi, Kamis, 4 Mei 2017.

Ia menuturkan, munculnya lafaz Allah dalam manuver tersebut tidak direncanakan sebelumnya. Lebih lanjut, kata Jemi, kejadian itu hanyalah salah satu dari kebesaran Allah SWT.

"Saya kira semuanya kebesaran dan kehendak Allah, Sehingga bisa terbentuk lafaz Allah. Mungkin juga untuk mengingatkan kita semua bahwa kita semua harus selalu ingat kepada Allah," ucap dia.

Momen unik itu pertama kali diunggah akun Instagram @dindindaanggraeni. Di foto itu dia menulis, 'Allah. Jogja International Air Show 2017." (dream)

Sunday, April 30, 2017

Viral! Ternyata Pesawat Tujuan Arab Saudi Harus Putar Balik Hanya Gara-gara Ucapan Wanita Ini


Ini pelajaran buat anda agar tak sembarangan bertutur lisan ketika ada di pesawat. Seorang TKI asal Kediri ini terpaksa harus menjalani tiga kali pemeriksaan di Bandara Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (12/4/2017).

Ia membuat pesawat yang sudah mengudara menuju Arab Saudi, akhirnya kembali lagi ke Bandara Juanda.
Maskapainya adalah Garuda Indonesia.

Wanita yang disapa Fatma ini dipulangkan kembali ke Surabaya saat dalam perjalanan menuju Arab Saudi.
Hal ini dikarenakan hanya satu kalimat yang dia ucapkan saat di dalam pesawat.

Menurut Fatma, semua berawal ketika ia membantu temannya menyimpan koper di bagasi kabin.
"Saat itu teman saya kesulitan menyimpan koper di atas bangku alasannya berat," lalu, Fatma bercanda dan mengatakan kalimat ini ke temannya :

"Terus saya bilang, kayak bom aja. Udah cuma sekali itu aja ngomongnya (bom)," papar Fatma kepada TribunJatim.com.

Ya, Fatma bergurau soal bom kepada pramugari saat di perjalanan udara.

Saat tiba di Bandara Juanda, ia menjalani pemeriksaan awal di posko Aviation Security (Avsec) di Terminal Satu Juanda. Setelah melakukan pemeriksaan awal, dilakukan pemeriksaan lanjutan di posko Satgas terminal 1 Bandara Juanda.

Tak berhenti disitu, wanita kelahiran Banyuwangi ini melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Otoritas Bandara Wilayah III oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Hingga pukul 16.40 WIB, ia masih melakukan pemeriksaan di Kantor Otoritas Bandara Wilayah III.

Sebelumnya, wanita itu disebut-sebut sebagai calon jamaah umroh. Namun, belakangan ia diketahui hendak ke luar negeri karena menjadi seorang TKI. Fatma mengatakan saat ini pemeriksaan awal sudah selesai.

"Menurut petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), saya diminta panggilan pemeriksaan selanjutnya,"kata Fatma.

Namun, menurut Fatma, petugas PPNS tersebut tidak menyampaikan kapan pemeriksaan itu akan dilakukan kembali."Saya sih berharap tidak ada pemeriksaan lagi, tapi kalau ada pemeriksaan lagi saya siap untuk dipanggil," ujar Fatma.

Fatma sendiri akhirnya pulang ke Kediri. Dia batal berangkat bekerja ke Arab Saudi. Pesawatnya, akhirnya meninggalkannya. Nah lho, hanya gara-gara bercanda, kini Fatma harus menanggung semua masalah ini. (tribunnews)

Mengharukan!! Menyesal Bunuh Kekasihnya, Ternyata Suryanto Mengaku Ngamuk Gara-gara Ini


Setelah sempat kabur melarikan diri, Suryanto alias Kempo (24) pelaku penusukan terhadap kekasihnya, Soniya (19) hingga menyebabkan tewas, akhirnya berhasil diamankan.

Ditemui di Polsekta Sukarami Palembang, Suryanto, mengatakan, jika ia telah menyesal melakukan penusukan tersebut hingga menyebabkan pacarnya meninggal.

"Saya tadi hilaf dan emosional karena tidak direstui. Saya benar-benar menyesal," ungkapnya.

Dikatakan tersangka Suryanto yang mengaku sebagai mahasiswa universitas swasta di Plaju semester sepuluh jurusan teknik elektro tersebut, ia menjalin pacaran bersama kekasihnya tersebut sudah sejak lama.

"Sudah lama kami pacaran tapi kami tidak direstui," terangnya.
Seperti diketahui, dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, Dr. Indra Nasution, mengatakan sebelum ditusuk oleh pelaku Suryanto menggunakan pisau, diduga korban Sonia sempat menangkis pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

"Itu di lengan tangan kirinnya ada juga luka robek sayatan dan itu diduga didapat saat korban menangkis saat pisau akan ditusukkan kepadanya," jelasnya saat ditemui usai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sonia di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, Sabtu (29/4/2017) malam.

Diterangkan Dr. Nasution, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap jenazah korban, diketahui setidaknya ada tiga luka tusukkan di tubuh korban masing-masing yakni di bagian dada bawah kiri sebanyak dua liang dan satu di perut sebelah kiri serta robek di lengan tangan sebelah kiri.

"Luka tusuknya itu dalam semua dan kira-kira lebih dari 10 cm. Dan yang paling rawan dan bahaya itu yang berada di bagian dada," terangnya.

Kisah pembunuhan Soniya oleh Suryanto kekasihnya sendiri menyisakan duka dalam bagi kedua keluarga.
Suryanto pun kini sudah ditahan, ia mengaku menyesal dan tersulut emosi saat niat untuk menikahi orang yang ia sayangi tak dapat restu.

Permasalahan Suryanto alias Kempol ternyata sudah terjadi jauh sebelum pembunuhan itu terjadi.
Hal itu dilihat dari postingan terakhir Kempol di akun instagram pribadinya.

Kempol menuliskan jika ia tak mau hubungan dirinya dan Soniya berakhir sia-sia.
Berikut tulisan terakhir Kempol:
kmu pernah tau gak seberapa besar perjuangan aku untuk slalu bertahan. di samping kamu,aku slalu berusaha kuat saat aku lemah.
saat kamu jauh aku slalu kejar kamu d mana pun kamu berada.
saat kamu masih sekolah aku slalu temeni kamu,jagain kamu agar gak jatuh k tangan laki" lain.
saat kamu udah besar,sampe kamu kerja pun aku slalu jagain kamu,hujan.panas selalu bersama.
canda tawa sampe nagis bersama.
kalo kamu lg laper aku slalu suapin kamu.
aku sayang banget sama kamu,aku gak mau khilangan
udah gak ke hitung hari" kita slalu bersama suka maupun duka. kamu takan terganti.
aku gak mau semua ini berakhir sia",karena ego kita.
kita harus saling menjaga,saling melengkapi satu sama lain.
aku cinta kamu @soniya_priska.pratiwi :(

Postingan terakhir Kempol itupun ramai dihujat netizen, banyak yang menyayangkan pembunuhan. Apalagi Kempol mengaku sangat mencintai kekasihnya.

Suryanto Menyesal

Setelah sempat kabur melarikan diri, Suryanto alias Kempol (24) pelaku penusukan terhadap kekasihnya, Soniya (19) hingga menyebabkan tewas, akhirnya berhasil diamankan. 

Ditemui di Polsekta Sukarami Palembang, Suryanto mengatakan, ia telah menyesal melakukan penusukan tersebut hingga menyebabkan pacarnya meninggal. "Saya tadi hilaf dan emosional karena tidak direstui. Saya benar-benar menyesal," ungkapnya.
Tersangka Suryanto mengaku sebagai mahasiswa universitas swasta di Plaju semester sepuluh jurusan teknik elektro tersebut, ia menjalin pacaran bersama kekasihnya tersebut sudah sejak lama. "Sudah lama kami pacaran tapi kami tidak direstui," terangnya.
Sriwijaya Post/Candra Okta Della (Tribun)

Saturday, April 29, 2017

Heboh!! Fenomena Alam Misterius di Jawa Timur


Hujan lebat di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Kamis (27/4) membuat warga semakin khawatir. Sebab, ada 28 sumur yang terancam ambles. Pertimbangannya dari ciri-ciri air sumur yang kini mulai keruh.

Camat Puncu Hadi Subagya menjelaskan, sumur-sumur yang menandakan akan ambles itu tersebar di Dusun Nanas, Jambean, dan Manggis. Perinciannya, 7 sumur di Dusun Nanas, 17 sumur di Dusun Jambean, dan 4 sumur di Dusun Manggis.  "Baru-baru ini, satu sumur di Dusun Manggis ambles. Total ada empat dusun di antara lima dusun," jelasnya.

Karena tingginya intensitas air hujan di Desa Manggis, Hadi bersama tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung meninjau lokasi. "Ini tidak ada kaitannya dengan masalah geologi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk mengetahui penyebab amblesnya sumur, Hadi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menunggu kajian dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang akan datang dalam waktu dekat. Namun, sesuai dengan pesan BMKG yang disampaikan Hadi, warga diimbau tetap waspada jika terjadi hujan lebat. "Saat hujan deras, warga tidak boleh beraktivitas di dekat sumur. Berbahaya," terangnya.

Kejadian di Desa Manggis, lanjut Hadi, adalah fenomena alam yang masih misterius. Di daerah lain, peristiwa serupa pernah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta, tapi hanya satu sumur.

Berbeda dengan Desa Manggis yang jumlahnya mencapai puluhan titik. Sampai sekarang, belum diketahui penyebab tanah ambles di Kabupaten Gunung Kidul.

Pelaksana tugas BPMPD Randy Agatha Sakaira meminta warga tidak panik atas kejadian tersebut. Pihaknya akan membantu warga yang kekurangan air bersih. "Akan dikirim lima tandon untuk keperluan air bersih di lokasi," jelasnya.

Pembagian air bersih itu nanti menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Dia menyebutkan kemarin (28/3) sudah mengirim empat tangki ke lokasi kejadian.

Bukan hanya bantuan air bersih, tetapi juga antisipasi kesehatan warga yang terdampak sumur ambles. "Sebagian masih ada yang memanfaatkan air sumur yang ambles. Air itu juga dicek kelayakannya untuk dikonsumsi," terangnya.

Semakin meluasnya sumur yang ambles tersebut tentu membuat warga ketir-ketir. Selain takut, sumur ambles itu bisa mengakibatkan krisis air bersih. Misalnya yang disampaikan Ponaji, 35, warga Dusun Nanas.

Dia menyebutkan, sumurnya saat ini belum ambles. Namun, kondisi air sudah menyerupai sumur-sumur yang lebih dulu ambles. Air sumur berbusa dan keruh cokelat pekat. "Kalau tidak ditimbun bisa membahayakan kami," ucapnya. Kondisi sumur pun tampak keropos seperti tinggal menunggu ambles saja.

Dari data yang dihimpun wartawan koran ini, jumlah sumur yang ambles selalu berubah. Sampai kemarin siang, ada 8 sumur yang ambles di Dusun Nanas, 2 sumur di Dusun Dorok, dan 1 sumur di Dusun Manggis. Jika dijumlah dengan data sebelumnya, Dusun Nanas 15 sumur, Dusun Jambean 8 sumur, dan Dusun Dorok 50 sumur. Jumlahnya mencapai 84 sumur.

"Di Dusun Dorok, kejadiannya 3 bulan lalu. Sudah banyak yang ditimbun," kata Hadi. (JawaPos)