Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Thursday, May 25, 2017

Mengharukan! Pria Asal Pekalongan Ini Rela Berjalan Kaki Ke Arab Saudi Untuk Melakukan Ini


Orang rela melakukan apa saja jika menginginkan sesuatu. Tak terkecuali Mochammad Khamim Setiawan, dia bukan siapa-siapa. Bukan orang kaya atau orang penting di negeri ini.

Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan. Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong.

Ya, nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba nongol di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes. Luar biasa dan mengharukan.

Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke Arab Saudi!

Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu. Ia melewati berbegai negara dengan berjalan kaki.

Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal.

Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.

Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil. Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab.

Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya.

Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji. Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini.

Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki. Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.

Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir. Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari.

Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam. Bila ia lelah, ia 'hanya' bisa menempuh 15 kilometer.
Tuhan Seakan Melindungi Khamim

Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.

Khamim tak membawa banyak uang. Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan.

Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama.

"Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain," jelasnya.

"Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon," kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia.

Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan. Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda. Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.

Doping Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu.

Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil.

Ia pun membuat tulisan : "I'm on my way to Mecca by foot" atau "Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki,"

Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya.

Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times, Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim.

Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.

Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya.

Ingat! berhaji jalan kaki, bukan hal yang cukup aneh. Beberapa kali, terjadi hal serupa.

Senad Hadzic (47), berjalan dari Bosnia (Eropa) ke Mekkah pada 2012. Ishaq, berjalan dari Perancis ke Mekkah pada 2016, bahkan hanya dalam waktu 50 hari.

Adakah yang meragukan keajaiban di dunia ini?


Thursday, May 11, 2017

Menyedihkan! Dikira Ruam, Ternyata Garis Gelombang di Kulit Wanita Itu Lebih Parah dari yang Diduganya. Setelah Mengetahuinya, Dia Makin Shock!


Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghabiskan masa liburan. Mulai dari acara keluarga sampai liburan ke tempat wisata pilihan.

Liburan di Karibia terdengar seperti cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Tapi bagi seorang wanita dari Pennsylvania ini, liburan ke Karibia justru membawa bencana.

Masalahnya, dua minggu setelah pulang ke rumah, dia mengalami ruam aneh pada lutut yang terlihat menyembul dan terasa gatal.

Setelah diperiksa, ruam dengan permukaan bergelombang itu ternyata disebabkan oleh parasit yang tinggal di bawah kulitnya.

Dr. Chaiya Laoteppitaks mengatakan ruam yang dialami wanita berusia 45 tahun itu sejenis infeksi karena cacing parasit yang disebut dengan cutaneous larva migrans atau infeksi cacing kulit.

Kepada Live Science, dokter di Albert Einstein Medical Center, Philadelphia ini mengatakan garis bergelombang seperti ular di permukaan kulit itu adalah jejak yang ditinggalkan oleh cacing parasit saat bergerak di bawah kulit, .

Sementara itu, menurut laporan kasus, yang dipublikasikan secara online pada 8 April di The Journal of Emergency Medicine, cutaneous larva migrans ini disebabkan oleh penetrasi dan migrsi larva dari cacing tambang.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan hingga 740 juta orang di dunia mengalami infeksi parasit cacing tambang ini.

Ngeri, Ternyata Terkena...

Infeksi cacing tambang, bersama dengan cacing cambuk dan cacing gelang, adalah salah satu infeksi parasit yang paling umum di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Laoteppitaks mengatakan cacing tambang biasanya ditemukan di iklim hangat dan lembab. Biasanya, cacing tambang menginfeksi seseorang saat larva cacing masuk ke kulit.

Larva kemudian masuk ke dalam tubuh, dan akhirnya ke usus kecil, di mana ia berkembang menjadi dewasa dan bertelur.

Telur ini dikeluarkan dari tubuh melalui kotoran manusia, dan siklus hidupnya dimulai dari awal lagi.

Namun dalam kasus wanita tersebut, infeksi bukan disebabkan oleh cacing tambang yang biasanya masuk ke dalam tubuh manusia.

Terasa Sangat Gatal

Menurut Laoteppitaks, ada dua spesies cacing tambang yang mungkin menjadi penyebab infeksi pada wanita tersebut: Menurut laporan, cacing tambang terbagi atas Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum.

Kedua cacing ini adalah cacing tambang yang biasanya menginfeksi anjing dan kucing. Manusia bukanlah 'rumah definitif' bagi cacing-cacing tersebut, kata Laoteppitaks.

Ini berarti bahwa jika salah satu cacing tambang tersebut masuk ke tubuh manusia, itu akan menjadi akhir hidup mereka. Itu karena mereka tidak dapat menyelesaikan siklus hidup mereka

Karena itu cacing-cacing itu akan terus menggali dan bersembunyi di bawah kulit selama beberapa saat sampai akhirnya mereka mati.

"Namun ketika cacing-cacing itu berada dalam tubuh manusia dengan sistem kekebalan yang lemah, maka akan menyebabkan gatal-gatal dan penampakan seperti yang dialami wanita itu," jelas Laoteppitaks.


Sumber

Tuesday, May 2, 2017

Amazing!! Ini 5 Desa Tertinggi di Indonesia yang Cantiknya Parah


Berbagai keindahan alam dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia. Mulai dari gugusan pulau, pantai, sampai pegunungan yang asri nan mengagumkan.

Bahkan, tempat pemukiman warga lokal Indonesia pun dapat dijadikan destinasi wisata yang tepat karena pemandangan alamnya yang cantik dan juga menyejukkan.

Berada di ketinggian tertentu berdekatan dengan puncak gunung, beberapa desa berikut merupakan desa tertinggi di Indonesia yang menyuguhkan pemandangan alam super indah. Mau tahu desa mana saja? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Desa Sembungan, Wonosobo

Wonosobo masuk ke dalam daftar destinasi wisata yang menawarkan pemandangan indah layaknya di atas awan. Banyak sekali spot terbaik untuk melihat pemandangan tersebut salah satunya, Desa Sembungan. Dengan ketinggian 2.306 mdpl, Desa Sembungan memiliki destinasi wisata seperti Bukit Sikunir, Telaga Cebong hingga Curug Sikarim. Sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, Desa Sembungan menjadi destinasi yang sangat tepat untuk melepas penat.

2. Desa Argosari

Berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lumajang, Desa Argosari memiliki ketinggian lebih dari 2.000 mdpl. Desa ini juga sering disebut sebagai Puncak B29 karena sering dijadikan spot unruk melihat panorama Gunung Bromo oleh para wisatawan. Meski memilki suhu mencapai 5 derajat celcius, Desa Argosari menjadi destinasi wisata yang menyenangkan untuk dikunjungi.

3. Ranu Pani

Desa Ranu Pani juga berada di daerah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan ketinggian mencapai 2.100 mdpl. Di sini berbagai destinasi wisata bisa menjadi pilihan yang sangat tepat mulai dari Danau Ranu Pani sampai Ranu Regulo yang sudah terkenal di kalangan traveler. Desa ini juga dihuni oleh penduduk lokal Suku Tengger yang ramah dan senang berbaur dengan para traveler.

Mau tahu desa mana lagi? Cek selengkapnya di sini.