Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Thursday, May 25, 2017

Ajaib! Bayi Ini Dulu Dibuang di T01L3t, Sekarang Jadi Bayi Selebgram. Siapa Yang Telah Sabar Merawat Bayi Ini?


Nasib manusia tiada yang tahu kelak kita akan jadi apa, begitu pula dengan nasib bayi ini. Dulu tidak ada yang menyangka bahwa bayi ini akan menjadi seorang selebgram.

Dulu, di usianya yang masih hitungan hari, bayi malang ini dibuang ke toilet masjid. Tapi, nasib baik rupanya berpihak pada bayi perempuan ini hingga akhirnya ia ditemukan dan diadopsi oleh seseorang.

Tak sembarangan, yang mengadopsi adalah aktris yang juga menjabat sebagia anggota DPR, Venna Melinda. Dan bayi beruntung yang diberi nama Vania Athabina itu kini mendapat penghidupan yang terbilng sejahtera.

Semua kebutuhan Vania terpenuhi dengan baik. Dan selang beberapa bulan, Vania kini telah tumbuh menjadi bayi yang cantik dan menggemaskan.

Bak anak kandung sendiri, Vania tak pernah lepas dari Benna Melinda. Bayi mungil itu bahkan dikenal sangat dekat dengan Verrel Bramasta, anak Venna.

Jadi Bayi Selebgram

Hal tersebut bisa dilihat dari unggahan-unggahan foto di akun Instagram Venna Melinda. Menariknya, sekarang Vania bahkan sudah mempunyai akun Instagram sendiri.

Tak tanggung-tanggung, akun yang diberinama @vaniaathabina24 itu sudah memiliki ratusan ribu followers. Layaknya bayi selebgram, foto-foto yang diunggah di akunnya itu pun memperlihatkan Vania dengan pose-pose lucu menggemaskan.

Tak heran jika banyak netizen yang jadi penggemarnya.

Saturday, May 20, 2017

Mengharukan!! Ibu Ini Melahirkan Bayinya Di Gerobak, Ari-ari Bayi Hanya Digunting Pakai Gunting Warung. Bantu Share!


Keluarga merupakan lingkup terkecil dari pemerintahan. Tanpa anak, suatu keluarga akan terasa sepi dan hampa.

Bagi setiap pasangan suami istri, memiliki anak adalah hal yang sangat dinantikan. Namun, tak semua proses kelahiran itu bisa berjalan sesuai yang diinginkan.

Biasanya calon ibu dan ayah ingin menyambut anaknya di ruangan yang nyaman. Untuk itu mereka memilih rumah sakit, bidan, atau di rumah.

Tapi hal itu rupanya tidak bisa dirasakan oleh pasangan berikut ini. Mereka terpaksa harus melahirkan bayinya di dalam gerobak. Bahkan, setelah melahirkan, plasenta yang menempel pada bayi hanya digunting menggunakan gunting warung.

Tentunya hal itu terjadi pada pasangan ini karena keterbatasan biaya. Apalagi sang suami hanya bekerja sebagai pemulung.

Kisah ini dibagikan oleh pemilik akun Facebook Risma Otranus, Jumat, (19/20/2017). Ia juga memposting foto keluarga kecil itu tinggal di pinggir jalan.

Mereka membaringkan bayi mungilnya di karpet biru, kemudian dialasi oleh kain tipis. Kedua orang tuanya tampak memandangi bayi itu dengan penuh kasih sayang.

Berikut kisah yang ia bagikan dan jadi viral di Facebook :


Bang, mpo, Om, tante, mau curcol dikit nih..

Balik narik liat pemandangan yg agak aneh buat gw, sepasang suami istri & bayi merah diantaranya, ya bayi merah yg seharusnya ada diruangan hangat, didalam kamar, atau d dalam rumah, tp ini ada di pinggir trotoar, ya pinggir jalan deh tepatnya.

Sebentar gw mampir, sambil ngobrol sm suami nya, ya beliau jwab semua pertanyaan gw dgn jelas.
Beliau yg hanya bekerja sbg pemulung bilang klo anak bayi ini lahir di dalam gerobak, pas lahir, orang2 yg ngeliat, cm tanya2 aja, ga ada tindakan, cm komentar, ya gtu deh org jakarta, udh sibuk sm urusannya masing2.

Yang buat gw merinding, tuh ari2 si bayi di gunting sendiri, pinjem gunting tukang es kopi keliling, trus di iket tuh ari2nya, trs dikubur ga jauh dari tempat dia duduk...hmmm...

Sedih deh klo kita yg ngalamin sendiri :'(

Akhirnya gw selipin sedikit rezeki yg gw dpet hari ini, mana bonus terhenti :v tp yaudhlah smg bs buat tambah2 buat keperluan dede bayi nya ya pak...

Buat abang, mpo, om, tante klo lewat kota tua, tepatnya abis hotel 1001 mampir aja bang, ksh sedikit rezeki buat org tsb.

Semoga, ada dermawan yg mau bantu keluarga ini, ya minimal di ksh tempat tinggal sementara, jgn pandang mereka, pandang si bayi merah mungil aja, kasian klo hrs tinggal ditempat yg sm sekali gak layak.
Sekian & Terima Kasih, itulah curcol gw yg ga jelas malem ini, hehe smg bermanfaat buat teman2 semua..Amiin

Bantu share copas dari seseorang.


Hingga berita ini dibuat, postingan itu telah dibagikan lebih dari 1.000 kali dan banyak dikomentari netizen. Berdasarkan komentar netizen, potret itu terjadi di sekitar Kota Tua.
 
Ini komentar netizen :


Alfa Rivera Amanda: Ya Tuhan,,,sampai NANGIS aku bacanya

Wira Sustalia: Mba,coba Laporkan ke dinas sosial setempat. Mgkin bisa dibantu

Noer Hidayati: Walopun hidup susah,trenyuh liatnya msh punya hati merawat anaknya,,drpd liat brita bayi dibuang/dtelantarkan

Kris Tina: Do'a buat ddk bayi semoga sesibuk ap pn orng jakarta ad yg bersimpati buat bntu ddk bayi...amiinnn by pontianak kalbar.


Mudah-mudahan keluarga ini selalu dalam lindunganNya dalam menjaga keluarganya ...







Wednesday, May 17, 2017

Sadis! Seorang Istri Dihukum Memandikan Jenazah Selama 2 Tahun. Penyebabnya, Bikin Anda Makin Shock!


Seorang perempuan Iran terbukti telah mengkhianati suaminya. Karena itu pengadilan di Teheran menghukumnya dengan dicambuk dan menjadi pemandi jenazah selama dua tahun di kamar mayat.

Menurut Iranian Students’ News Agency (ISNA), perempuan berusia 35 tahun itu awalnya menolak semua tuduhan. Namun akhirnya dia mengakui kesalahannya setelah para penyidik berhasil membuktikan perzinahan yang dilakukannya.

Setelah mengakui kesalahannya, kekasih perempuan tersebut ditangkap dan diadili. Pengadilan kemudian mengumumkan putusan kasus perselingkuhan tersebut pada hari Sabtu, pekan lalu.

Hakim di pengadilan menghukum perempuan itu dengan dicambuk sebanyak 74 kali. Tidak itu saja, perempuan itu harus menjadi pemandi jenazah di kamar mayat rumah sakit selama dua tahun.

Dihukum Cambuk

Sementara pria yang menjadi selingkuhan perempuan itu dihukum cambuk sebanyak 99 kali dan diasingkan ke tempat yang jauh.

Hukum pidana Republik Islam Iran memandang perzinahan adalah sebuah tindak kejahatan dengan hukuman terberat adalah hukuman mati.

Sebelumnya, mereka yang terbukti berzina atau selingkuh akan dihukum rajam atau dilempari batu sampai mati.

Namun bentuk hukuman seperti itu menuai kecaman dunia internasional. Menurut International Committees against Execution and Stoning, selama kurun waktu 1980 sampai 2010, sebanyak lebih dari 150 orang telah dihukum rajam di Iran.

Tetapi pada tahun 2012, Iran menghapus hukuman rajam bagi mereka yang terbukti melakukan perzinahan atau perselingkuhan.

Sumber

Friday, May 12, 2017

Subhanallah!! Bayi Ini Ditemukan Masih Hidup setelah terkubur selama 3 hari! Doakan Agar Dia Selalu Diberi Kesehatan, AAMIIN .. Silakan Share Jika Anda Peduli


Seorang bayi ditemukan dalam keadaan masih hidup, padahal sudah dikubur selama 3 hari oleh ibunya sendiri yang takut diketahui telah memiliki anak. Bayi laki-laki itu ditemukan oleh seorang karyawan di sebuah perusahaan kayu tempat ibu bayi itu bekerja yang mendengar suara tangisan.

Dikutip dari laman Kompas, peristiwa mengenaskan ini terjadi kota Paddock, provinsi KwaZulu Natal, Afrika Selatan. Kisahnya berawal ketika seorang perempuan berusia 25 tahun asal Izingolweni di provinsi yang sama mengakui perbuatannya kepada polisi.

Polisi mengatakan, perempuan itu menjelaskan dia terpaksa mengubur bayinya karena takut orangtuanya yang akan marah jika mengetahui dia telah memiliki seorang anak.

Beruntung, suara tangisan si bayi kemudian terdengar para pekerja yang kemudian memutuskan untuk mencari bayi malang tersebut. "Mereka melakukan pencarian dan menemukannya tersembunyi di bawah pasir dan kayu," kata Kapten Gerald Mfeka, dari kepolisian setempat.

"Dalam pemeriksaan, ibu bayi itu memngaku bahwa anak tersebut memang anaknya. Perbuatan itu dilakukan karena dia takut kepada orangtuanya," tambah Mfeka.

Mfeka menambahkan, bayi itu adalah anak kedua perempuan tersebut sementara anak pertama berusia empat tahun. "Dia merasa orangtuanya tak akan menyetujui dia memiliki seorang anak lagi," ujar Mfeka. Saat ini, bayi tersebut dirawat di ruang perawatan intensif di rumah sakit regional Port Shepstone.

Sejauh ini belum diketahui apakah perempuan muda itu akan dijerat dakwaan hukum atau malah dibebaskan untuk berkumpul kembali dengan bayinya.



Sumber

Monday, May 8, 2017

Mengharukan! Perjuangan Orang Tua Selamatkan Bayinya Menguras Air Mata, Buah Hati Pergi Dengan Wajah Tersenyum


Surga dibawah telapak kaki Ibu. Kasih ibu sepanjang masa dan perjuangan ayah tiada tara, itulah kutipan pribahasa yang cocok untuk perjuangan dari orangtua bayi yang tersenyum ketika wafat ini.

Ibu dan ayah yang diketahui tinggal disebuah kawasan di Cileungsi, Kabupaten Bogor ini berjuang untuk kesembuhan anak keduanya.

Meski harus mengeluarkan biaya besar dan kesana kemari mencari kabar tentang ketersediaan alat dan ruang rawat di rumah sakit itu tetap dilakukannya.

Kisah itupun dibagikan oleh sang ayah melalui akun facebooknya bernama Atham Putra Pasundan.

Atham menceritakan bahwa buah hati keduanya itu dilakukan dengan program kehamilan.

Saat sang buah hati lahir, Atham dan sang istri pun sangat bahagia.

Namun tiba-tiba pasangan suami istri ini pun kaget saat mendengar informasi dari sang dokter terkait kondisi bayinya.

Begini tulisan Atham di facebook yang diposting Senin (8/5/2017).

"Pasca lahir suster mempersilahkan saya untuk melihat bayi mungil kami yg putih bersih, BB 2.7 kg dan Panjang nya 4.6 CM itu sdh tergolong bayi yg sehat tdk krng satu apapun, lalu sy pun mengadzani si buah hati yang masih nangis kencang setelah itu bayi kami masuk ruang khusus bayi seperti mana biasanya bayi baru lahir.

Sore harinya kami pun di panggil dokter dan saya penuh harap bahwa bayi kami sudah bisa kumpul bersama Ibunya seperti halnya waktu kakanya lahir 2 thn lalu, tapi ternyata diluar harapan hasilnya dokter menyarankan saya untuk mencari rujukan ke Rumah Sakit yang alatnya lengkap dengan NICU, PICU dan SIPEP karna rmh sakit tersebut belum terfasilitasi, tetapi dengan catatan menunggu perkembangan dede bayi karna penjelasan dokter putra kami mengalami sedikit gangguan di pernafasan"
 
Atham pun berusaha mencari keberadaan rumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan yang dibutuhkan oleh sang buah hati.
 
Atham sempat pesimis mendapatkan ruang rawat untuk sang buah hati karena dirinya menggunakan jamninan kesehatan dari pemerintah.
 
Kemudian ia pun memutuskan untuk menggunakan fasilitas kesehatan umum dengan prosedur yang sudah disepakati.
Meski harganya fantastis itu tetap dilakukan demi kesembuhan sang buah hati.
 
"Sore harinya setelah sholat ashar kami merenung beberapa saat kami pun sadar bahwa kami adalah anggota Asuransi Pemerintah walupun status kami kelas 1 tanpa berburuk sangka kamipun memutuskan untuk keluar jalur dari yang namanya Asuransi Pemerintah karna dirasa tidak maksimal demi kesehatan putra kami insyAllah kami akan lakukan yang terbaik.

Malam harinya akhirnya putra kami di Rujuk ke Rs. Dokter Adam Talib di Cibitung Bekasi karna dari hasil pencarian inilah salah satu Rumah Sakit Lengkap, dengan ketentuan yang saya sepakati bersama sebelumnya, ya walaupun harga kadang ga bisa membohongi dengan harga Fantastis bagi kami saat ini"

 
Akhirnya sang buah hati pun mendapatkan rumah sakit yang memiliki perawatan yang mempuni untuk kesembuhannya. Namun rupanya takdir berkata lain, Sang buah hati pun kini telah tersenyum dipangkuan sang Illahi.
 
"Namun di hari ke 4 akhirnya yang di khawatirkan terjadi juga dokter minta ijin sama saya akan dilakukan pemasangan ventilator yang langsung di pasang ke paru2 karna dede bayi kondisinya kritis nafasnya seperti berat alatpun d pasang seketika saya lemas tak berdaya disamping saya harus bulak balik ke rmh karna kondisi istri juga blm sehat total pasca operasi.

Esok paginya sekitar jam 10.00 WIB buah hati kami Muhamad Restu Salinggih Dwi Ramadan pun dipanggil Alloh SWT , ini mungkin jln terbaik baginya meski kami sedih dan sakit tp kami hrs ikhlas menerima ketentuan takdir NYA. Dede Restu sdh tenang disyurga dan akan menolong kami Papah Mamahnya di akhirat nanti. Selamat jalan de, Papah Mamah ikhlas melepasmu, insya alloh kita dipertemukan di surganya Allah SWT.  Aamiin...

Setelah itu kami bawa putra kami ke cianjur Jawa Barat untuk dimakamkan ditmpt kelahiran istri karna yang tercepat dan aman buat istri lewat jalur tol Cipularang di banding saya harus ke Cileungsi rmh kami

Akhirnya dede Restu bisa tenang disyurga ga merasa kesakitan lg. Dan kami bisa tabah menjalani hari kedepannya. Innalillahi Wainailaihi Rojiun...

Sekali lg terima kasih doa dan support teman sahabat smua semoga Allah SWT membalasnya Amin"

Selain memposting kisah perjuangannya untuk sang buah hati, Atham pun mengunggah empat buah foto yang menjadi satu frame.

Ada yang mencuri perhatikan netizen saat melihat foto tersebut. Pada foto di bagian kanan bawah sang buah hati tampak tersenyum, seolah seperti mengerti dan paham akan perjuangan sang orang tua.
 
Beberapa netizen pun menuliskan komentarnya, berikut komentar beberapa netizen yang melihat bayi itu tersenyum saat wafat.
Nenk Octavia Afri : Subhanalah, ddnya senyum...
Rahutama Yusuf Ardiansyah : Senyumnya di gambar kanan bawah wonderful ya bro... dia dalam penjagaan terbaik sekarang, bersama Rabb nya...
Allahumma firlaha warkhamha wa afiiha wa'fuanha..
 
Dwi Hastuti : Subhanallah janazahnya tersenyum, inalillahiwainalilahirojiun.

Tina Mewangi : Ddnya tersenyum manis ada bidadari yang menggendongnya..
 
Vita Nur Latif : innalillahi wa innailaihi rojiun... subhanallah dedenya tersenyum...pak atam dan istri semoga diberikan ketabahan,kesabaran,kekuatan,...aamiin...

Semoga almarhum Muhamad Restu Salinggih Dwi Ramadan, tenang di Surgamu, ya Allah..


Sumber

Friday, May 5, 2017

Mengharukan! Foto Kehamilan Calon Ibu Bersama Mendiang Suaminya. Kamu akan terkejut setelah membaca ini


Rasa bahagia tak terkira dirasakan Nicole dan Deonta Bennett, ketika kedua pasangan suami ini mengetahui akan memiliki anak kedia.

Sang suami, Deonta, begitu ingin mengambil foto kehamilan (maternity photoshoot) calon anak keduanya bersama sang istri dan anak pertama, Landen, yang kini berusia 4 tahun.

Namun rencana tinggallah rencana. Sebuah tragedi terjadi pada keluarga bahagia ini dua bulan sebelum Nicole melahirkan anak keduanya.

Di tengah kesedihannya, Nicole memutuskan untuk meneruskan keinginan sang suami mengambil foto kehamilan bersama. Ia pun bekerja sama dengan Sidney Conley (fotografer), untuk mengambil seri foto lengkap dengan digital imaging. Hasilnya, sangat membuat haru sekaligus merinding.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang spesial. Karena sebelumnya, suami saya selalu hadir sejak hari pertama kelahiran anak pertama kami,” ujar Nicole pada ABC News.

“Ini adalag kenangan untuk anak pertama saya, sekaligus untuk anak kedua saya yang tak sempat bertemu ayahnya. Ini kenang-kenangan untuk kami.”

Kepada SELF, Sidney sang fotografer menyampaikan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam proyek seperti ini sebelumnya.

“Nicole bertanya, bisakah saya mengedit foto mendiang suaminya? Lalu, ia mengatakan ingin meminta foto kehamilan bersama saya. Saya lantas mengutarakan bahwa sebelumnya saya belum melakukan ini, tapi saya akan mencoba sebaik yang saya bisa.”

Conley kemudian mengunggah foto tersebut di Facebook-nya, dan seri foto ini dengan cepat menjadi viral.

Kembali ke Nicole, saat ini ia sedang menanti anak perempuannya. Mari doakan yang terbaik untuk Nicole dan keluarganya. (Nova)

Wednesday, May 3, 2017

Menggetarkan! Perjuangan Pengemis Belikan Putrinya Baju Baru


Bagi yang berduit, membeli baju ibarat membeli permen. Tetapi, bagi yang tidak berpunya, tentu butuh perjuangan sangat keras. Seperti yang terjadi pada seorang pengemis di Bangladesh ini. Demi membelikan baju anaknya, dia harus menabung selama dua tahun.

Harga baju itu sebenarnya tidak mahal, hanya 300 taka Bangladesh, setara Rp49 ribu. Tetapi, jumlah itu tetap saja besar bagi si pengemis.

Kisah yang Mengharukan

Kisah mengharukan itu dibagi oleh fotografer, GMB Bakash, melalui akun Facebook milik dia. Dalam ungggahan yang dimuat Siakapkeli itu, Bakash menyertakan foto pengemis tua itu bersama anaknya. Sampai hari ini, cerita itu telah dibagikan lebih 22.491 kali.

Berikut kisahnya:

Kemarin, saya berhasil beli baju baru untuk anak perempuan saya setelah dua tahun. Ketika saya menyerahkan 60 keping pecahan 5 taka, kepada seorang penjual baju.

Dia berteriak ke arah saya sambil bertanya apakah saya ini seorang pengemis. Anak saya langsung memegang tanganku dan menangis. Dia meminta saya meninggalkan toko itu.

Anak saya berkata dia tidak ingin membeli baju baru. Tapi saya sapu air matanya dengan sebelah tangan saya.

"Ujian hidup terberat..."

" Ya, saya seorang pengemis. Sepuluh tahun lalu saya tak pernah menyangka akan menjadi peminta-minta. Suatu malam bus terjatuh dari sebuah jembatan dan saya menyangka masih hidup.

Saya masih hidup tetapi cacat. Anak perempuan saya, Sumaiya, selalu menyuapi saya setiap hari. Sebab dia tahu betapa sulitnya bekerja dengan hanya sebelah tangan.

"Setelah dua tahun, anak perempuanku ingin memakai baju baru. Oleh karena itu, saya bawa dia bermain sebentar."

"Saya pinjam ponsel tetangga tanpa memberitahu istri saya. Anak perempuan saya tidak pernah foto dan saya ingin buat hari ini menjadi hari yang istimewa buatnya.

Bila satu hari nanti saya mampu beli ponsel, saya akan memotret anak-anak saya. Saya ingin simpan semua kenangan manis itu.

Sulit menyekolahkan anak-anak saya. Tapi saya selalu mengajari mereka sesuatu.

Pernah suatu waktu mereka tidak bisa mengikuti ujian karena saya tak bisa membayar uang sekolah. Pada hari itu, saya akan memberitahu mereka, 'kadang-kadang kita bisa melewatkan ujian karena ujian sesungguhnya kita lalui setiap hari'."

"Anak saya akan senang..."

Sekarang saya mengemis. Saya akan menitipkan anak saya di satu tempat untuk menunggu saya.

Saya akan mengawasinya sambil mengemis. Saya merasa malu bila dia melihat apa yang saya lakukan.

Bila saya dapat sedikit rezeki, saya akan pulang ke rumah dan mengajak anak saya. Kami akan pergi ke bazar dan anak saya akan membawa bawa. Ketika hujan, kami akan membiarkan tubuh basah dan berbicara tentang impian kami.

Jika tak dapat uang, saya akan pulang. Rasanya ingin mati malamnya. Tapi, ketika anak-anak saya tidur sambil memeluk saya, ada perasaan bahwa 'hidup ini sebenarnya tidak terlalu menyedihkan. Hidup ini terasa menyedihkan hanya jika anak perempuan saya mengemis'."

Tapi hari ini sangat spesial. Karena hari ini anak perempuan saya sangat senang. Hari ini ayahnya bukan seorang pengemis. Hari ini, ayahnya seorang yang kaya dan ini adalah putrinya."  (dream)