Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Monday, May 15, 2017

Benarkah Paparan AC Bisa Menyebabkan Dehidrasi Kulit? Ini Jawabannya ...


Kehidupan sehari-hari yang semakin modern membuat pemakaian AC menjadi kebiasaan yang sudah tak asing lagi. Ada banyak tempat di mana kamu bisa terpapar AC, mulai dari saat naik kendaraan, bekerja seharian di kantor, mall, hingga beberapa ruangan di rumah pun dipasang AC.

Memang sih, AC bisa membuat udara lebih sejuk. Tapi, tahu nggak sih kalau paparan AC yang terlalu sering ternyata bisa menyebabkan dehidrasi kulit, Sahabat Dream? Simak beberapa faktanya di sini.

Terlalu Sering Terpapar AC Dapat Menyebabkan Dehidrasi Kulit

Faktanya, terlalu lama berada di ruangan ber-AC ternyata dapat memberikan dampak pada kondisi kulit cantikmu. Kelembapan udara yang rendah di ruangan ber-AC berdampak pada berkurangnya kandungan air pada lapisan kulit terluar. Akibatnya, kulit bisa mengalami dehidrasi yang berdampak pada kesehatan dan tampilan luarnya.

Tanda Dehidrasi Kulit

Dehidrasi kulit bisa memberikan beberapa dampak pada kondisi kulit cantikmu. Mulai dari kulit terlihat bersisik, kusam, kering, iritasi, hingga jerawat yang tidak kunjung sembuh. Jika dibiarkan begitu saja, bisa menjadi salah satu faktor pemicu penuaan dini yang ditandai dengan munculnya kerutan halus di permukaan kulit. Nggak mau mengalami hal tersebut kan? Makanya, perhatikan kondisi kulitmu saat terlalu lama berada di ruangan AC.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit

Jika kamu termasuk salah satu perempuan yang sering berada di ruangan AC dalam jangka waktu lama, saatnya melakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kondisi kulit. Selain menjaga kelembapan kulit dengan pelembap yang bekerja dari luar, jangan lupakan perawatan dari dalam supaya hasilnya lebih maksimal.

Di dalam lapisan kulit terluar, terdapat Natural Moisturizing Factor atau NMF yang bekerja sebagai pelembap alami kulit. Cara kerjanya adalah untuk mengikat air dan mempertahankan kelembapan kulit. Tapi, kadar NMF di dalam tubuh ini bisa berkurang atau bahkan menghilang seiring dengan usia dan gaya hidup sehari-hari.

Nah, menjaga kadar NMF di dalam kulit adalah salah satu perawatan yang bisa mencegah dehidrasi kulit. Perawatan dari dalam ini nggak sulit kok, mulai saja dengan mengonsumsi minuman yang mengandung air dan elektrolit, karena kedua bahan ini penting untuk proses produksi NMF.

Saturday, May 6, 2017

Gara-Gara Bekam, Punggung Pria Cina Ini Berlubang!


Li Lin, asal Chengdu, Tiongkok, melakukan pengobatan lantaran bahunya terasa kaku. Ia pun memilih bekam. Usai terapi, bahunya pun terasa lebih baik, laporan People's Daily Online, yang dilansir Dailymail, Jumat (24/6/2016).

Bekam adalah terapi yang menggunakan cangkir kaca atau fiber yang dipanaskan dan diletakkan pada kulit untuk dihisap dan melancarkan peredaran darah.

Dan ia pun menjalani kegiatannya itu setiap hari di tempat yang sama selama sebulan. Namun ia mulai merasakan luka besar di punggungnya.

"Petugas menyarankan saya untuk tetap bekam selama satu bulan untuk menyembuhkan bahu kaku saya," ujarnya.

Li menambahkan selama 10 hari terakhir, punggungnya melepuh dan membentuk lubang dari lokasi cangkir yang dipakai. Alih-alih menghentikan pengobatan, ia meminta istrinya untuk membersihkan lecetnya sebelum menggosok punggung dengan minyak.

Pada 20 Juni, Li pergi untuk kembali bekam. Selama perjalanan pulang, ia merasakan badannya tidak enak dan mengalami demam tinggi.

Keluarga Li pun langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter bedah Xie Liang mengatakan bahwa Li dikirim ke ruang gawat darurat karena demam 37,7 derajat dan punggungnya benar-benar bengkak.

Pada pemeriksaan, ditemukan bahwa ia memiliki infeksi bakteri. Dokter menambahkan kalau Li beruntung datang ke rumah sakit ketika semakin membengkak. Kini kondisi Li mulai membaik dan nyawanya pun tak terancam.

Sumber

Friday, March 17, 2017

Sempat Kaya Raya Gara-gara Batu,Begini Keadaan Ponari Si Dukun Cilik !



Siapa yang tak mengenal Ponari. Nama dukun cilik beken asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, pernah fenomenal di negeri ini.


Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.

Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.

Namun, saat Ponari beranjak remaja. Kesaktian yang dimilikinya seolah meredup. Pasiennya kini bisa dihitung jari.

"Sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien," ujar nenek Ponari, Mbok Legi.

Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp20.000.


Kata sang ibu, Mukaromah, sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Putra pertamanya itu kembali meneruskan pendidikan yang sempat tertunda 3 tahun lamanya.

Status Ponari sebagai dukun cilik memang mengubah hidupnya. Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah, hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

"Tahun kemarin ikut ujian di program paket A alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas satu," katanya.

Mengenai materi yang didapatnya dari hasil pengobatan Ponari, keluarga ini mengaku saat itu sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih dari pasien yang datang.

Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli 2 bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor dan perabotan rumah tangga.

Namun uang yang jumlahnya fantastis bagi orang kampung itu kini telah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Ibu dua anak ini mengeluhkan biaya sekolah Ponari yang tergolong mahal. Padahal biaya ujian akhir semester itu hanya Rp250.000. Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ia mengalami kesulitan keuangan.

Terkait sepinya pasien Ponari saat ini. Mukaromah memiliki alasan tersendiri sejumlah isu negatif membuat pasien tak lagi datang ke rumahnya. Keluarga Ponari kini menempati rumah cukup mentereng untuk ukuran desa setempat. Dindingnya terbuat dari tembok dengan cat dominan warna putih, berlantai keramik mengkilap. Padahal, sebelum melakoni praktek perdukunan rumah Ponari terbuat dari anyaman bambu dengan lantai tanah. Entah apa yang membuat warga Indonesia khususnya sebagian warga Jombang yakin akan kekuatan batu tersebut.


Bertugas di Puskesmas Bogor, Ga Nyangka Bidan Cantik Ini Ternyata Seorang Artis



Bila Anda tinggal di Kota Bogor, bisa jadi Anda bertemu dengan bidan cantik yang satu ini.
Roro Cynthia Ceye Dewa namanya. Perempuan cantik berusia 21 tahun ini saat ini sedang disibukkan pekerjaannya sebagai bidan di salah satu Puskesmas di Kota Bogor.
Menjadi seorang bidan tentu tidak mudah. Sebab profesi yang satu ini membutuhkan ketelitian dan kecekatan. Bidan adalah sebuah profesi yang memberikan pertolongan berupa layanan kesehatan yang memadai kepada Ibu yang sedang melahirkan atau persalinan.
Tetapi perempuan yang belum lama ini lulus dari Akademi Kebidanan Prima Husada, Bogor ini tampaknya sudah mantab mengabdi.
Namun yang mungkin tak terduga, perempuan yang akrab disapa Cheye ini ternyata memiliki kesibukan lain yang ia tekuni, yakni menjadi aktris.
Sebelum terjun ke dunia entertainment, Cheye sudah sering mengikuti lomba ketika masih kecil.
"Awalnya suka ikut lomba Fashion Show, Catwalk, Modeling dari umur tiga tahun. Tapi sejak SMP hingga SMA sempat vakum tidak pernah mengikuti lomba lagi. Lalu ketika kuliah semester satu tahun 2014 ada salah satu produser yaitu Yhantie Siregar yang ngajakin shooting," ucap pemilik akun @cynthia.cheye kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (14/3/2017)
Cheye mengaku sempat tidak percaya dengan ajakan shooting tersebut, karena takut diperas atau dijual. Setelah beberapa kali menolak ajakan dari produser, akhirnya Cheye menerima tawaran shooting tersebut.
"Pertama kali ikut shooting itu sinetron Khanza (RCTI) lokasi nya di Universitas Indonesia (UI). Dari situ aku jadi mulai ketagihan ikut shooting, karena seru ketemu sama orang-orang baru," ujar wanita berparas barbie tersebut.
Tawaran shooting pun sering mendatanginya satu per satu, tak heran jika ia sekarang sering kebanjiran endorse dari berbagai online shop.
Saat ini, Cheye sedang sibuk shooting sinetron Putri Duyung 2 di ANTV, ia berperan sebagai duyung ungu yang bernama Marina.

Tak hanya sinetron, film layar lebar pun sering ia bintangi. Salah satu nya adalah Alter Ego.
"Film layar lebar yang terakhir aku bintangi itu Alter Ego, film tersebut bertema thriller dan akan tayang segera di bioskop 21. Di film itu aku menjadi peran utama yang bernama Cheye, sesuai dengan nama asli," ungkap wanita alumni SMAN 7 Bogor tersebut.
Sebelum nya, Cheye juga sering membintangi FTVdi Trans 7, Trans Tv, dan Indosiar. Tak heran jika wajahnya sudah tak asing lagi dilihat.
Cheye juga pernah menjadi salah satu pemeran di film karya Raditya Dika, yaitu Koala Kumal dan Hangout pada tahun 2016 silam.
"Di film Hangout yang ber-genre Thriller-Comedy tersebut, aku berperan sebagai pengantin yaitu istri keduanya Mathias Muchus," kata nya.
Tak heran jika followers nya di instagram @cynthia.cheye saat ini sudah mencapai lebih dari 35 ribu.

Astaghfirulloh !! Suasana Mencekam di Blok M Square Saat Lift Jatuh dan 25 Penumpangnya Tumpang Tindih



Suasana mencekam terasa di Blok M Square, Jakarta, pada Jumat (17/3/2017) siang.

Tiba-tiba sejumlah internit berjatuhan, lantai keramik retak, dan lampu padam. Sebelumnya terdengar suara berdebum di bagian lift.

Ternyata lift di pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Jakarta Selatan itu jatuh setelah talinya putus.

Sebanyak 20 orang di dalam lift tersebut saling tertindih dan beberapa di antaranya mengerang kesakitan.

Seorang korban, Bumi Suhartan (31), saat ditemui di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, mengatakan saat itu dirinya bersama dua teman sekantor baru melaksanakan Salat Jumat di lantai 7 gedung tersebut.

Sekira 50 jemaah sudah mengantre di depan lift.

Bumi dan dua temannya jalan kaki ke lantai 6 dengan harapan bisa lebih dulu memasuki lift untuk turun ke lantai dasar. Benar saja, sudah ada sekitar 20 orang berada di dalam lift saat ia masuk dari lantai 6.

Begitu lift tiba di lantai 7, ada sekitar lima orang yang tetap memaksa masuk padahl sudah sarat penumpang.

Belum sampai pintu lift tertutup rapat, tiba-tiba lift terjatuh perlahan dan terdengar suara gesekan tali lift.

Lift tersebut akhirnya jatuh amblas pada saat di posisi lantai 1 ke lantai dasar gedung.

Kejadiannya begitu cepat.

Namun, Bumi sempat mendengar alarm peringatan di dalam lift yang menandakan lift overload alias kelebihan muatan.

"Sekitar 25 lebih orang di dalam lift pada ambruk, saling berbenturan dan bertindihan. Teman saya luka di kaki dan lehernya sepertinya patah. Dia mengerang kesakitan, yang lainnya juga pada kesakitan karena terluka dan patah," katanya.

Pada saat itu ada orang yang meneriakkan takbir.

Lampu di lift mati setelah terjadi benturan.

Bumi mengalami patah kaki sehingga kakinya harus dipasangi papan penopang.

Bumi mengaku masih tersadar kendati benturan lift ke dasar gedung membuat kaki kirinya patah.

Ia berusaha merangkak sembari meminta pertolongan pengunjung mal yang berada di luar lift.

"Engkel kaki saya patah dan posisinya ngampleh. Tapi, saya coba jalan pelan-pelan ke luar lift. Posisi lift di antara dua lantai. Jadinya, kami-kami yang didalam ditarik dari luar secara pelan-pelan saat evakuasi," tukas pegawai PT Grahawita Santika.

Polsek Metro Kebayoran Baru menyatakan 25 orang terluka akibat peristiwa itu.

Kapolsek AKBP Polisi Teguh Wibowo mengatakan penyidik telah minta keterangan sejumlah saksi mata namun para korban belum ditanyai.

Seorang karyawan puskesmas , Herman (50), mengaku diminta membawa korban yang patah tulang kaki dan leher, serta korban pelajar sekolah dasar yang syok.

Saksi lainnya, pelajar SMA Dharma Karya, Widyaningrum, menuturkan dia sempat naik lift dari lantai 5 menuju lantai 7.

Saat di lantai 7 kondisi lift sudah penuh namun tidak ada korban yang mau keluar. Kemudian lift turun ke lantai 5.

Kondisi lift 5 sempat berbeda sebelum turun ke lantai 1 dan terjatuh hingga lantai dasar. (tribunnetwork/abdul qodir/dennis destriawan)

Wednesday, March 15, 2017

Luar Biasa !!!! Niat Main Bareng Anak, Pria Ini Malah Tersambar Petir, yang Terjadi Selanjutnya Tak Terduga


Saat seseorang pergi ke taman bermain, tentu tujuannya hanya ingin bersenang-senang.
Tapi seorang ayah asal Irlandia malah nyaris kehilangan nyawanya ketika hujan mengguyur area taman bermain.
Melansir lifedaily, bulan Juni 2016 Geordie Allen menghabiskan waktu bersama anaknya yang berusia lima tahun, Geordie Junior dan Georgia yang berusia tujuh tahun.
Mereka mengunjungi taman bermain yang juga dipakai sebagai arena olahraga sebuah sekolah.
Geordie Allen dan keluarganya.
Geordie Allen dan keluarganya. (Photopress Belfast)
Ketika hujan datang tiba-tiba, Allen mencoba meraih kedua anaknya untuk membawa mereka pergi dari taman.
Namun sebelum mereka berhasil keluar dari taman bermain, sang ayah tiba-tiba terkena sambaran petir yang sangat kuat.
Kedua anaknya terlempar dari tangan Allen, bahkan baju sang anak juga terbakar.
Tapi Allen mengalami nasib yang lebih buruk, jantungnya berhenti selama 55 menit.
Allen terbakar dan beberapa organ tubuhnya juga mulai melemah.
Geordie Junior dan Georgia sempat dirawat di rumah sakit, tapi mereka bisa pulang sehari setelahnya.
Sementara itu Allen berada dalam kondisi koma setelah staf sekolah yang berada di taman bermain mencoba menyelamatkan nyawanya dengan CPR dan defibrillator.
Dokter mengatakan tak ada cara lain yang bisa membuat Allen bertahan dari cedera traumatis ini.
"Para dokter mengatakan kepada saya pada hari kelima perawatan, tidak ada cara yang membuat dia akan bertahan," ujar sang istri, Sharon.
"Petir mematikan segala sesuatu di tubuhnya. Tapi Allen telah membuat semacam aturan sendiri."
Sebulan setelah kejadian itu, Allen secara ajaib terbangun dari koma.
Hanya saja Allen tak mempunyai memori dari insiden tragis yang menimpanya.
Setiap hari Allen akan bangun tanpa ingatan apapun, sehingga Sharon harus menjelaskan bagaimana ia hampir mati setiap hari.
Selama lima bulan berikutnya, Allen berada di rumah sakit dan bahkan tak bisa berjalan.
Tapi sejak peristiwa tragis itu, kondisi tubuh Allen secara perlahan mengalami peningkatan.
Geordie Allen kini bisa kembali menikmati hidupnya.
Geordie Allen kini bisa kembali menikmati hidupnya. (Photopress Belfast)
Allen semakin pulih dan bisa pulang ke rumah.
"Sekarang mereka mengatakan saya akan berjalan lagi. Ini benar-benar keajaiban. Para dokter bahkan terkejut dan belum pernah melihat sesuatu seperti yang saya alami," ujar Allen.
Sementara itu Sharon terus mengungkapkan rasa syukurnya.
"Allen diberitahu kalau dirinya akan mati, tidak akan menggerakkan jarinya lagi, tidak akan berjalan lagi. Tapi dia telah membuktikan bahwa diagnosis dokter keliru," pungkas Sharon.

Wanita Ini Selalu Kesakitan Selama 35 Tahun, Setelah Diselidiki Ternyata Di Rumahnya Ada . . .


 Jangan menyepelekan kebersihan tempat tinggal kalian guys.
Jika tubuhmu mulai merasakan sakit, mungkin itu karena rumahmu kotor.
Coba kalian simak, kisah Dana Anhalt berikut ini.
Melansir dari Metro.co.uk (12/3/2017) Dana Anhalt telah menderita meningitis, infeksi sinus konstan.
Dana Anhalt
Dana Anhalt (Metro.co.uk)
Dana berulang kali terserang radang, migrain dan masalah hormonal sejak dia berusia 16 tahun.
Gak cuma itu, saat berusia 20-an dan 30-an berat badan Dana pernah turun drastis.
Saat itu berat badannya pernah hanya mencapai 70 lbs atau sekitar 30 kg saja.
Pada saat usia 37 tahun, wanita asal dari Huntington, New York, akhirnya didiagnosis dengan penyakit Lyme.
Meskipun telah menjalani pengobatan tapi kesehatannya terus menurun.
Dana saat sakit
Dana saat sakit (Metro.co.uk)
Ternyata semua ini karena kondisi rumah dan kamarnya yang tidak bersih.
Sejak kecil tidur di kamar yang ternyata penuh dengan jamur dan spora.
Keluarga mencium bau apek dari ruang bawah tanah mereka.
Mereka menyadari apartemen mereka penuh dengan plak hitam beracun.
Menghirup atau menyentuh spora jamur dapat menyebabkan reaksi alergi, asma dan masalah kesehatan kadang-kadang lebih serius.
Hal itu membuat yang Dana selalu merasa kesakitan selama 35 tahun.
Plak hitam di rumah
Plak hitam di rumah (Metro.co.uk)
Dokter segera memerintahkan Dana untuk pindah dan meninggalkan semua barang miliknya yang juga bisa terkontaminasi.
Sekarang keluarganya telah meluncurkan situs GoFundMe untuk membantu mereka.
Dana berkata: "Aku telah menghabiskan 37 tahun hidup saya untuk perlahan-lahan diracuni dari dalam ke luar".
"Pengujian genetik sulit untuk mencari apa penyebabnya tapi itu juga salah satu yang paling bisa dibenarkan. Sekarang, puluhan tahun pengalaman saya jadi masuk akal," tambah Dana.
Akhirnya, Dana didiagnosis dengan penyakit Fibromyalgia (kondisi yang menyebabkan nyeri luas).
Ternyata ibunya yang meninggal pada tahun 2012, juga mengalami hal serupa tapi tidak segera mendapatkan pengobatan.
Dana mengatakan: "Pada 2011, saya hampir seluruhnya tidur di sana, dan pada tahun 2012 otot dan sendi saya nyeri begitu parah, sehingga saya sering muntah."
Baru pada 2016 mereka menemukan ada plak hitam merajalela dengan setelah terjadi banjir.
"Kami bergegas untuk menemukan apartemen baru dan kami harus meninggalkan semua barang-barang kami, semua yang saya telah mengumpulkan selama bertahun-tahun, itu menghancurkan," katanya.
Sekarang keluarganya telah berhasil mengumpulkan lebih dari $ 30.000 untuk membayar perabotan baru serta biaya medis.
Kini Dana sedang mempelajari psikologi, dia berharap untuk menjadi advokat bagi orang dengan penyakit yang kompleks.